Sabtu, 15 November 2014



BAB IV
MANUSIA DAN CINTA KASIH

A.               PENGERTIAN CINTA KASIH
Menurut kamus umum bahasa Indonesia karya W.J.S Poerwadarminta, cinta adalah rasa sangat suka atau sayang, ataupun sangat kasih atau tertarik hatinya, sedangkan kata kasih artinya perasaan sayang atau cinta kepada atau menaruh belas kasihan.. Karena itu cinta kasih dapat di artikan sebagai perasaan suka kepada seseorang yang disertai dengan menaruh belas kasihan.
Cinta memegang peran yang penting dalam kehidupan manusia. Demikan pula cinta adalah pengikat yang kokoh anatara manusia dengan tuhannya sehingga manusia menyembah tuhan dengan ikhlas dan mengikuti perintah-Nya. Menurut Erich Fromm bahwa cinta itu terutama memberi, bukan menerima.
Menurut Dr.Sarlito W.Sarwono bahwa cinta memiliki tiga unsur yaitu keterikatan, keintiman, dan kemesraan. Selanjutnya Dr.Sarlito W.Sarwono bahwa tidak semua unsur cinta itu sama kuatnya.
Pengertian cinta yang di kemukakan oleh Dr Abdullah Nasih Ulwan cinta adalah perasaan jiwa dan gejolak hati yang mendorong seseorang untuk mencintai kekasihnya dengan penuh gairah,lembut dan kasih sayang. Cinta tertinggi adalah cinta kepada Allah, Rasullah dan berjihad di jalan Allah. Cinta  tingkat menengah adalah cinta kepada orang tua,anak,saudara dan kerabat, cinta tingkat rendah adalah cinta yang lebih mengutamakan cinta keluarga, kerabat, harta dan tempat tinggal.
Hakikat cinta menengah adalah suatu energi yang datang dari perasaan hati dan jiwa. Cinta tingkat terendah adalah cinta yang paling keji, hina dan merusak rasa kemanusiaan. Contoh nya adalah
  1. Cinta kepada thagut (syetan)
  2. Cinta berdasarkan hawa nafsu
  3. Cinta yang lebih mengutamakan harta dan tempat tinggal
Diantara hikmah-hikmah cinta adalah tersebut adalah :
  1. Cinta akan mengalami berbagai macam rintangan
  2. Merupakan pendorong dan pembangkit yang paling besar di dalam melestarikan kehidupan lingkungan.
  3. Fenoma cinta merupakan faktor utama dalam kelanjutan hidup manusia untuk saling memanfaatkan kemajuan bangsa.
  4. Sebagai pengikat di dalam hubungan anggota keluarga dan bermasyarakat.

B.   CINTA MENURUT AGAMA
a.                   Cinta diri
Cinta diri kaitannya dengan dorongan menjaga diri. Di dalam Al-Quran telah di jelaskan cinta alamiah manusia terhadap dirinya sendiri kecenderungan untuk menuntut segala sesuatu yang bermanfaat yang berguna bagi dirinya dan menghindari diri dari membahayakan dirinya.
  1. Cinta Kepada Manusia
Agar manusia dapat hidup penuh keserasian dengan manusia lainnya maka ia tidak boleh tidak ia harus membatasi cintanya pada diri sendiri dan egoismenya. Pun ia hendaknya ia menyeimbangkan cintanya itu dengan cinta dan kasih sayang pada orang-orang lain.
Al-Quran juga menjelaskan kepada oranng-orang yang beriman agar saling cinta mencintai seperti cinta mereka pada diri mereka sendiri.
  1. Cinta Seksual
Cinta erat kaitannya dengan dorongan seksual. Sebab ialah yang bekerja dalam melestarikan kasih sayang, keserasian, dan kerjasama antara suami dan istri. Ia merupakan faktor yang primer bagi kelangsungan hidup keluarga dan di jelaskan dalam Al-Quran di Surat Ar-R    um 30:21
  1. Cinta Kebapakan
Para ahli ilmu jiwa berpendapat bahwa dorongan kebapakan bukanlah dorongan fisiologis melainkan dorongan psikis. Cinta kebapakan dalam Al-Quran diisyaratkan dalam kisah nabi Nuh as.
  1. Cinta Kepada Allah
Puncak cinta manusia adalah cinta kepada Allah dan kerinduan kepada nya. Semua tingkah laku dan tindakannya ditunjukan kepada Allah  mengharapkan penerimaan dan ridha-Nya. Cinta kepada Allah terdapat dalam surat Ali-Imran 3:31
  1. Cinta Kepada Rasul
Seorang mukmin yang benar-benar beriman dengan sepenuh hati mencintai Rasullah yang telah menanggung derita dakwah islam, berjuang dengan penuh segala kesulitan sehingga islam tersebar ke seluruh dunia dan membawa kemanusiaan dari kekelaman dan kesesatan menuju cahaya petunjuk.

C.   KASIH SAYANG
Pengertian kasih sayang menurut kamus umum bahasa Indonesia karangan W.J.S.Poerwadarminta adalah perasaan sayang, perasaan cinta atau perasaan suka kepada seseorang. Dalam kasih sayang sadar tidak sadar dari masing-masing pihak di tuntut tanggung jawab, pengorbanan, kejujuran, saling percaya, saling pengertian dan saling terbuka.
Kasih sayang dasar komunikasi dalam suatu keluarga.  Dari cara pemberian cinta kasih ini dapat dibedakan menjadi 4 yaitu :
  1. Orang tua bersifat aktif, anak bersifat pasif
  2. Orang tua bersifat pasif, anak bersifat aktif
  3. Orang tua bersifat pasif, anak bersifat pasif
  4. Orang tua bersifat aktif, anak bersifat aktif
Adapun contoh sajak kasih sayang antara lain :
a.                   Surat Dari Ibu
b.                  Elang Laut

D.   KEMESRAAN
Kemesraan berasal dari kata dasar mesra, yang artinya perasaan simpati yang akrb. Kemesraan ialah hubungan yang akrab baik antara pria wanita yang sedang dimabuk asmara maupun yang sudah berumah tangga. Kemesraan dapat menimbulkan daya kreativitas manusia.
Menurut Filsuf  Rusia, Salvojef dalam bukunya makna kasih mengatakan “jika seorang pemuda jatuh cinta pada seorang gadis secara serius, maka ia terlempar ke luar dari cinta diri. Ia mulai hidup untuk orang lain. Bila seseorang mengobral cinta, maka orang itu merusak nilai cinta yang berarti menurunkan martabat dirinya sendiri.



E.    PEMUJAAN

Pemujaan adalah salah satu manifestasi cinta manusia kepada Tuhannya yang diwujudkan dalam bentuk komunikasi ritual. Pemujaan kepada Tuhan adalah inti nilai dan makna kehidupan yang sebenarnya. Karena itu jelaslah bagi kita semua bahwa pemujaan kepada tuhan adalah bagian hidup manusia.
Dalam kehidupan manusia terdapat berbagai cara pemujaan sesuai agama, kepercayaan, kondisi dan situasi. Adapun contoh pemujaan dalam karya yang di buat oleh almarhum Hamka yaitu “Di Bawah Lindungan Ka’bah”.

F.    BELAS KASIHAN
Dalam surat Yohanes dijelaskan ada tiga macam cinta. Cinta agape adalah cinta manusia kepada Tuhan, Cinta Philia ialah cinta kepada Orang tua dan saudara dan ketiga Cinta Amor/eros ialah cinta antara pria dan wanita. Ada cinta yang lain yaitu cinta sesama dimana cinta terhadap sesama merupakan gabungan antara cinta agape dana cinta philia. Dalam esai on love ada pengertia bahwa cinta adalah rasa persatuan tanpa syarat yang artinya dalam belas kasihan tidak terkandung unsur pamrih.

G.   CINTA KASIH EROTIS
Pertama-tama cinta kasih erotis kerap kali dicampurbaurkan dengan pengalaman yang eksplosif berupa jatuh cinta, yaitu keruntuhan tiba-tiba tembok yang samapai waktu itu terdapat diantara dua orang yang asing satu sama lain. Dalam cinta kasih erotis terdapat ekslusivitas yang tidak terdapat dalam cinta kasih persaudaraan dan cinta kasih keibuan.
Cinta kasih erotis itu eksklusif hanyalah dalam arti bahwa seseorang dapat menyatukan dirinya secara lengkap dan intensif hanya dengan satu orang lain saja. Cinta kasih pada hakekatnya merupakan suatu perbuatan kemauan untuk mengikat kehidupan dengan kehidupan seseorang lain.
Ada pula orang yang memandang bahwa faktor yang penting di dalam cinta kasih erotis itu adalah keinginan.. Cinta kasih hanyalah merupakan perbuatan kemauan dan mengikat diri saja sehingga pada dasarnya tidak usah diperdulikan siapa-siapa kedua orang yang terlibat di dalamnya.


     BAB III
KONSEPSI ILMU BUDAYA DASAR DALAM KESUSASTRAAN
A.   Pendekatan kesusastraan
                                                                                                      
Ilmu budaya dasar, yang semula dinamakan Basic Humanities berasal dari bahasa inggris the humanities. Istilah ini berasal dari bahasa latin humanus, yang berarti manusiawi, berbudaya, dan halus. Dengan mempelajari the humanities orang akan menjadi lebih manusiawi, lebih berbudaya dan lebih halus (tingkah laku). Jadi the humanities berkaitan dengan masalah nilai, yaitu nilai sebagai homo humanus.
Pada umumnya the humanities mencakup filsafat, teologi, seni, dan cabang-cabang termasuk sastra, sejarah, cerita rakyat dan sebagainya. Pada pokoknya semua mempelajari masalah manusia daan budaya. Karena itu ada yang menerjemahkan menjadi pengetahuan budaya.
Disetiap jaman, seni termasuk sastra memegang peranan yang penting dalam the humanities. Karena seni merupakan ekspresi nilai-nilai kemanusiaan. Dibanding dengan cabang the humanities yang lain, seperti misalnya ilmu bahasa, seni memegang peranan yng penting, karena nilai-nilai kemanusiaan yang disampaikan normative. Sehingga seni lebih mudah berkomunikasi, nilai-nilai yang disampaikan lebih fleksibel, baik isinya maupun caraa penyampaiannya.
Setiap jaman pula, sastra mempunyai peranan yang lebih penting. Alas an pertama, sastra menggunakan bahasa, sementara bahasa mempunyai kemampuan untuk menampung hamper semua pernyataan kegiatan manusia. Sastra juga lebih mudah berkomunikasi, karena pada hakekatnya karya sastra adalah penjabaran abstrak.
Sastra juga didukung oleh cerita. Dengan cerita orang akan lebih mudah tertarik, dan dengan cerita orang lebih mudah mengemukakan gagasan-gagasannya dalam bentuk yang tidak normative. Cabang-cabang seni yang lain juga dapat menarik tanpa cerita, akan tetapi sulit bagi penciptanya mengemukakan gagasannya. Dalam music misalnya, kata-kata penciptaannya tertelan oleh melodi.
Karena seni memegang peranan penting, maka seniman sebagai pencipta karya seni juga penting, meskipun lebih penting adalah karyanya. Seniman adalah media penyampai nilai-nilai kemanusiaan.

B.   Ilmu budaya dasar yang dihubungkan dengan prosa

Istilah prosa banyak artinya, kadang disebut narrative fiction, prose fiction, atau hanya fiction saja. Dalam bahasa Indonesia istilah itu sering diterjemahkan menjadi cerita rekaan dan didefinisikan sebagai bentuk cerita atau prosa kisahan yang mempunyai pemeran, lakuan, peristiwa dan alur yang dihasilkan oleh daya khayal atau imajinasi. Cerita rekaan umumnya dipakai untuk roman, novel, atau cerita pendek.
Dalam kesusastraan Indonesia mengenal jenis  prosa lama dam prosa baru :
1.      Prosa lama meliputi :
a.       Dongeng-dongeng
b.      Hikayat
c.       Sejarah
d.      Epos
e.       Cerita pelipur lara
2.      Prosa baru meliputi :
a.       Cerita pendek
b.      Roman atau novel
c.       Biografi
d.      Kisah
e.       Otobiografi


C.   Nilai-nilai dalam prosa fiksi

Sebagai  sni karya sastra (prosa fiksi) langsung maupun tidak langsung membawakan moral, pesan atau cerita. Dengan perkataan lain prosa mempunyai nilai-nilai yang diperoleh pembaca lewat sastra. Adapun nilai-nilai yang diperoleh pembaca lewat sastra antara lain :

1.      Prosa fiksi memberikan kesenangan
Keistimewaan kesenangan yang diperoleh dari membaca fiksi adalah pembaca mendapatkan pengalaman sebagaimana mengalaminya sendiri peristiwa atau kejadian yang dikisahkan. Pembaca mengembangkan imajinasinya untuk mengenal daerah atau tempat asing, yang belum dikunjunginya atau yang tak akan mungkin dikunjungi selama hudupnya. Pembaca juga dapat mengenal tokoh-tokoh yang aneh atau asing tingkah lakunya atau mungkin rumit perjalanan hidupnya untuk mencapai sukses.

2.      Prosa fiksi memberikan informasi
Fiksi memberikan sejenis informasi yang tidak terdapat di dalam ensiklopedi. Dalam novel dapat belajar sesuatu yang lebih daripada sejarah atau laporan jurnalistik tentang kehidupan masa kini, kehiduoan masa lalu, bahkan juga kehidupan yang akan datang atau kehidupan yang asing sama sekali.

3.       Prosa fiksi memberikan warisan cultural
Prosa fiksi dapat menstimuli imaginasi dan merupakan sarana bagi pemindahan yang taj henti-hentinya dari warisan budaya bangsa. Seperti novel siti nurbaya, salah asuhan, sengsara mambawa nikmat, layar terkembang mengungkapkan impian, harapan, aspirasi dari generasi yang terdahulu yang seharusnya dihayati oleh generasi kini. Novel yang berlatar belakang perjuangan revolusi seperti jaln tak ada ujung, menggambarkan suatu tindakan heroisme yang mengagumkan dan memberikan kebanggaan.

4.      Prosa fiksi keseimbangan wawasan
Lewat prosa fiksi seseorang dapat menilai kehidupan berdasarkan pengalaman dengan banyak individu. Fiksi juga memungkinkan lebih banyak kesempatan untuk memilih respon emosional atau rangsangan aksi yang mungkin sangat berbeda daripada apa yang disajikan dalam kehidupan sendiri.
Fiksi inilah yang memungkinkan pembaca untuk dapat memperluas dan memperdalam persepsi dan wawasannya tentang tokoh, hidup dan kehidupan manusia.
      Berkenaan dengan moral, karya sastra dapat dibagi menjadi dua :
a.       Karya sastra yang menyuarakan aspirasi jaman, mengajak pembaca untuk mengikuti apa yang dikehendaki jaman.
b.      Karya sastra yang menyuarakan gejolak jaman, biasanya tidak mengajak pembaca untuk melakukan sesuatu, akan tetapi untuk merenung. 


D.   Ilmu budaya dasar yang dihubungkan dengan puisi

Puisi adalah ekspresi pengalaman jiwa penyair mengenai kehidupan manusia, alam, dan tuhan melalui media bahasa yang artistic atau estetik, yang secara padu dan utuh dipadatkan kata-katanya.
Kepuitisan, keartistikan atau keestetikan bahasa puisi disebabkan oleh kreativitas penyair dalam membangun puisinya dengan menggunakan :
1.      Figura bahasa (figurative language) seperti gaya personifikasi, metafora, perbandingan, dsb sehingga puisi menjadi segar, hidup, menarik, dan memberikan kejelasan gambaran angan.
2.      Kata-kata yang ambiquitas yaitu kata-kata yang bermakna ganda, banyak tafsir.
3.      Kata-kata berjiwa yaitu kata-kata yang sudah diberi suasana tertentu, berisi perasaan dan pengalaman jiwa penyair sehingga terasa hidup dan memukau.
4.      Kata-kata konotatif yaitu kata-kata yang sudah diberi tambahan nilai-nilai rasa dan asosiasi tertentu.
5.      Pengulangan yang berfungsi untuk mengintensifkan hal-hal yang dilukiskan, sehingga lebih menggugah hati.
Adapun alas an-alasan yang mendasari penyajian puisi pada ilmu budaya dasar adalah sebagai berikut :
1.      Hubungan puisi dengan pengalaman hidup manusia.
Perekaman dan penyampaian pengalaman dalam sastra puisi disebut “pengalaman perwakilan”. Ini berarti bahwa manusia senantiasa ingin memiliki salah satu kebutuhan dasarnya untuk lebih menghidupkan pengalaman hidupnya dari sekedar kumpulan pengalaman langsung yang terbatas.
2.      Puisi dan keinsyafan/kesadaran individual.
Dengan membaca puisi pembaca dapat diajak untuk dapat menjenguk hati/pikiran manusia, baik orang lain maupun diri sendiri, karena melalui puisinya sang penyair menunjukan kepada pembaca bagian dalam hati manusia, ia menjelaskan pengalaman setiap orang.
3.      Puisi dan keinsyafan social
Puisi juga memberikan kepada manusia tentang pngetahuan manusia sebagai makhluk social, yang terlibat dalam issue dan problem social, secara imaginative puisi dapat menafsirkan situasi dasar manusia social yang bisa berupa :
a.       Penderitaan atas ketidakadilan
b.      Perjuangan untuk kekuasaan
c.       Konflik dengan sesamanya
d.      Pemberontakan terhadap hokum Tuhan